MANAJEMEN KONFLIK
Oleh
: Annisa
Jarizky
Apa itu konflik??
Konflik
adalah
suatu proses dalam kehidupan sosial manusia antara dua orang atau lebih atau
juga satu kelompok (organisasi). Konflik muncul karena adanya perbedaan
pendapat dan pandangan, atau bisa juga muncul karena akibat tidak adanya rasa
toleransi dan pengertian satu sama lain.
Dalam
konflik memiliki dua dampak, antara lain :
Dampak
negatif dari Positif, antara lain :
Konflik bisa jadi
merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik. Misalnya, konflik dapat
menggerakkan suatu perubahan, antara lain :
Membantu setiap orang
untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjan dan tanggung jawab mereka.
- Memberikan saluran baru untuk komunikasi.
- Menumbuhkan semangat baru pada staf.
- Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi.
- Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi.
Dampak
negatif dari konflik, anatara lain :
- Menghambat komunikasi.
- Menganggu adanya kerjasama.
- Menimbulkan kecemasan.
- Menarik diri, dan
- Frustasi serta apatisme.
Macam-macam
konflik, antara lain :
- Individu dan individu.
- Individu dan kelompok.
- Kelompok dan kelompok
Faktor
Individu, biasanya ditimbulkan oleh atasan, mungkin karena
gaya kepemimpinannya. Ciri-ciri kepribadian individu antara lain, egois,
tempramental, sikap fanatik dan otoriter.
Faktor
Organisasi, biasanya
terjadi pada persaingan dalam menggunkan sumber daya, perbedaan tujuan antar
unit dalam organisasi, adanya ketergantungan antara satu kelompok dan perbedaan
presepsi.
Konflik
dapat berupa :
Disagreement, yakni adanya ketegangan atau munculnya
kesulitan lain diantara dua pihak atau lebih.
Subtantive
Conflicts, merupakan
perselisihan yang berkaitan dengan tujuan kelompok, pengalokasian sumber daya
alam suatu organisasi, distribusi, kebijaksanaan dalam prosedur.
Emotional,
yakni terjadi akibat adanya perasaan marah, tidak percaya, tidak simpatik,
takut dan penolakan, serta adanya pertentangan pribadi.
Tahapan
Konflik
- · Potensial
- · Konflik terasakan
- · Pertentangan
- · Konflik terbuka
- · Akibat konflik
Strategi
dalam menyelesaikan konflik
Munculnya konflik tidak
selalu bermakna negatif, artinya jika konflik dapat dikelola dengan baik maka
konflik pun dapat memberikan dampak yang baik terhadap kemajuan suatu
organisasi. Strateginya antara lain :
Conteding
(bertanding),
yaitu mencoba menerapakan solusi yang lebih disukai salah satu pihak atau pihak
lain.
Yielding
(mengalah),
yaitu menurunkan aspirasi dari dalam diri sendiri dan bersedia menerima sesuatu
yang kurang dari apa yang sebetulnya diinginkan.
Problem
Solving (pemecahan masalah), yakni mencari alternatif yang
memuaskan aspirasi dari kedua belah pihak.
With
Drawing (menarik diri), yakni memilih untuk meninggalkan
dari situasi maupun konflik, baik dalam
situasi secara fisik atau psikologis. Hal ini melibatkan pengabaian dalam
setiap kontoversi.
Inaction
(diam),
yakni memilih untuk tidak melakukan apapun, dimana masing-masing pihak hanya
menunggu langkah berikutnya dari pihak lain.
Selain itu,
penyelesaian konflik terdapat empat
penyelesaian anatara lain :
- · Rujuk
- · Persuasif
- · Pemaksaan and penekanan
- · Intervensi
Pengolahan
Konflik, antara lain :
- · Disiplin
- · Pertimbangan dalam tahapan kehidupan
- · Komunikasi
- · Mendengarkan secara aktif
- · Menimalisir pertentangan
- · Toleransi
Comments
Post a Comment